Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Desember 2010

Apakah Anda Punya Kebiasaan Menunda??Baca Ini Untuk Menghilangkannya

Mengapa kita suka menunda?

Mengapa kita tidak juga melakukan hal-hal yang kita sangat ingin lakukan?
Mengapa kita punya impian-impian besar, namun tidak juga mengambil tindakan drastis untuk mewujudkannya?
Jawabannya bisa mengacu kepada Hukum Pertama Isaac Newton: “Setiap aksi, ada reaksi berlawanan yang sama besarnya”
Begini penjelasannya:
Katakanlah kita menginginkan sesuatu, tentunya kita pasti menginginkan sesuatu apa pun itu kan? Yah, untuk gampangnya ambil contoh kita ingin ‘sukses’.
Hal yang paling mendasar adalah: bila kita ingin sukses, dan kita betul-betul menginginkannya lebih dari apa pun di dunia ini, kita pasti akan mendapatkannya, ya kan?
Namun demikian, ketika kita ingin menghindar dari katakanlah rasa takut dan pergi ke tempat yang aman, maka kita LEBIH menginginkan rasa aman daripada kita ingin jadi sukses. Itulah mengapa kita tidak pernah mendapatkan impian kita.
Biasanya akan muncul alasan-alasan, yang mungkin seperti ini:
“Saya gak cukup pandai”
“Saya gak punya cukup uang”
“Saya tidak berhak mendapatkan lebih dari apa yang saya punya sekarang”
“Latar belakang pendidikan saya tidak cukup atau sesuai”
“Saya gak punya kompetensi untuk melakukannya”
Semua alasan tersebut adalah yang menghambat kita untuk meraih impian kita. Caranya untuk menemukan apa alasan kita adalah dengan mengajukan pertanyaan yang tepat.
Sebetulnya, kita sudah TAHU jawabannya. Masalahnya adalah kita tidak mengajukan pertanyaan yang tepat. Berikut ada dua pertanyaan yang kita bisa gunakan:
“Apa KEUNTUNGAN yang kita dapatkan dengan tidak mewujudkan impian kita?”
Percaya deh, kita PUN akan mendapatkan SESUATU dengan tidak mewujudkan impian kita. Kita harus menemukan apakah itu supaya kita bisa menghilangkannya.
Salah satu keuntungan tersembunyi tersebut adalah kita tidak akan keluar dari wilayah nyaman (comfort zone) kita. Bahkan ketika kita tidak bahagia dengan kondisi kita sekarang, kita bisa saja meyakinkan diri kita bahwa dengan mengejar apa yang kita inginkan akan lebih sulit dan lebih menyakitkan sehingga kita tetap pada kondisi kita sekarang. Kita mungkin sengsara, tapi kita tetap merasa nyaman.
Pertanyaan kedua adalah: “Apa yang saya takutkan akan terjadi bila saya ………… ……… . (silahkan isi sendiri dengan impian-impian kita)
Pertanyaan ini melingkupi perubahan-perubahan dalam gaya hidup yang mungkin kita harus lakukan agar bisa mencapai impian kita. Juga, melingkupi apa yang orang lain akan pikir tentang kita.
Supaya kita bisa meraih impian kita, kita harus menjawab dan menyelesaikan kedua pertanyaan sederhana ini.
Oke deh, jadi apa yang kita lakukan?
Pertama, matikan HP kita, TV, radio, dan semua yang bisa mengganggu konsentrasi kita. Lalu, ambil sebuah pulpen dan tulis di bagian atas sehelai kertas:
“Keuntungan dengan TIDAK meraih impian saya adalah:”
Tulis minimal 20 jawaban. Bila kita sudah tidak bisa menjawabnya lagi, coba saja ‘tebak’ dan tuliskan saja. Bila sudah mencapai 10-15 jawaban, pikiran bawah sadar kita akan mengambil alih. Tulis apa pun yang muncul di benak kita, seberapa aneh atau gak pentingnya jawaban itu.
Biarkan saja benak kita bergerak liar dan dapatkan jawaban sespesifik mungkin. Biasanya kita akan mendapatkan jawaban-jawaban yang menarik.
Sekarang, tanyakan pada diri kita, bagaimana kebiasaan menunda telah membantu kita sejauh ini. Sadari bahwa kebiasaan itu ada pasti untuk maksud tertentu. Temukan maksud tersebut, dan tanyakan pada diri kita apakah masih berguna bagi kita. Mungkin sudah saatnya kita melepaskan kebiasaan itu.
Ketika kita sudah mengetahui bahwa ia sudah tidak berguna lagi bagi kita, secara alamiah kebutuhan akan kebiasaan tersebut pun akan hilang (bila kita sudah siap melepaskannya).
Dan ketika sudah hilang, kita akan merasa bebas untuk mencapai yang kita inginkan, dan kita pun akan melakukannya dengan perasaan mudah dan senang.
Apkah kita siap menghilangkan kebiasaan menunda atau apakah kita akan menundanya lagi? Kita pilih sendiri.
Dalam hidup ini, kita hanya punya dua hal: Alasan atau Hasil. Kita mendapatkan hasil dari yang kita inginkan, atau kita memiliki ‘alasan’ mengapa kita tidak mendapatkannya.
Kebiasaan menunda seperti penyakit. Obatnya adalah dengan meyakinkan diri kita bahwa ia sudah tidak berguna lagi buat kita.




Pengorbanan Pria yang Tidak Diketahui Wanita (Wajib Baca Gan)

Bagaimanapun keadaan seorang pria dia tetap mempunyai rahasia tersendiri yang tertutup rapat. Rahasia ini adalah pengorbanan yang mereka lakukan dengan tulus ikhlas. Mengerti pasangan kita adalah suatu hal yang wajib. kadar untuk mengerti pasangan, sama dengan kadar mengerti diri kita sendiri. Ketika seorang pria ingin mengerti wanita, maka ia harus berani meluangkan waktu yang lebih. Butuh sebuah keikhlasan, namun anda tidak akan pernah rugi ketika mampu mengerti pasangan. dan Tahukah anda Pengorbanan Seorang Pria Yang Kadang Tidak anda Diketahui.
1. Seorang anak laki – laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah..
Quote:
kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya? dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan – jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,..
lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : ” duh,.. sori ni kaya nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi… maap “
duuaarrrr,.. kamu udah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki – laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.
2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,..
Quote:
ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,.. lalu engkau menjawab
” duh rambut gw rusak nih,…”
” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas tau ”
” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? “
mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..
3. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..
Quote:
tau pepatah ini gak?
” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam “ Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..
kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..
4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..
Quote:
” mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU “
“Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA ini hanya untuk bahan renungan wanita saja dan memang tidak semua wanita seperti ini kok.




Sayangilah Ia Sebelum Waktumu Habis

Seorang Ibu yang sudah tua duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.


Si ibu bertanya:, “Itu burung apa yg berdiri disana?”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
Dengan sedikit kesal anaknya menjawab “ya bangau mama?…”
Kemudian ibunya kembali bertanya..
“Lantas itu burung apa?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang…
Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!.. memangnya mama gak liat dia terbang?”
Air menetes dari sudut mata si ibu tua sambil berkata pelan..
“Dulu, 35 tahun yang lalu aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untukmu sebanyak 10 kali, sedangkan saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentakku 2 kali..”
Si anak tersentak, lalu memeluk mamanya.
Moral of this story
Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah orangtuamu dengan sungguh-sungguh!
Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.
Sesungguhnya ia sangat takut, takut akan waktunya yang cuma sebentar di dunia ini. Karna suatu hari nanti, ia tak akan bisa melihatmu tertawa, melihatmu marah, menangis, tak bisa mengajarimu, tak bisa melindungimu lagi. Bilamana hari itu tiba, akankah kau menangisi kepergiannya?




 

Chat With Me

Blog masih dalam tahap pengembangan, jadi mohon maaf atas ketidak nyamanan ini

Blog Stats

free counters

Follow me

Random Post

Cepatlah bergabung bersama kami, untuk mrnghasilkan uang dari internet
Adsense Indonesia

Copyright 2010 Syandu Blog's. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin l Home Recording l Distorsi Blog